postingan pertama di blog, sebelumnya cuma test doang! hehe mari kita mulai.
Awalnya sih mau jalan-jalan ke Malang. tapi ada beberapa masalah yang bikin kami gak jadi berangkat :
- Motor kurang.
- Duit pas-pasan
- Keluarga aku ada yang dateng ke jogja.
- Yoka gak bisa ikut gara-gara sepupunya juga dateng.
Jadi dengan sungguh terpaksa kami harus ganti tujuan, mulai lah kami ngerencanain untuk nyari tempat alternatif yang bisa merefresh otak kami dari semua kejenuhan + pelampiasan gagalnya ke Malang.
Setelah sekian lama kami berfikir sampe-sampe gak tidur, lalu tiba-tiba lampu meredup, tv mati, dan semua keanehan muncul. kami pun bingung, apa yang sebenarnya terjadi?? lalu tampak seorang laki-laki bercahaya dengan sayap kecil, kaki gajah dan kedua tanduk di kepalanya ( mahluk apa itu ??),
kami bertanya-tanya siapa dia, perlahan-lahan kami mendekatinya, lalu " gubrakkk! ", dan ternyata itu Febri, WTF!! kemudian sambil mengepal kan tangan ke atas febri berkata dengan suara keras dan lantang,
" AYO KITA KE SADRANAN TEMAN-TEMAN " lalu kamipun seolah-olah terhipnotis mengatakan " IYA " tanpa bertanya " apa itu sadranan ", tapi gara-gara itu akhirnya, eng ing eng terpilih lah Sadranan sebagai tujuan kami, perlu diketahui juga sadranan itu pantai yang terletak di Wonosari ( kalau kata si febri sih sebelah sananya Pantai Baron ), tempatnya asik buat bermalam dan katanya juga banyak anak2 muda bermalam disana, nah lumayan juga kan sekalian buat cuci mata, siapa tau ada ceweknya.
Setelah rencananya matang kami mulai mengumpulkan orang-orang, terpilih lah mereka-mereka ini :
- Titok
- Ali
- Febri
- Joy ( aku )
- Yoka
- Klif
- Jabrik ( nama aslinya Ryan )
- Galih
Namun setelah di tanya satu persatu, ternyata ada sebagian yang tidak bisa ikut gara-gara keuangan yg kurang, faktor keluarga dan lain-lain, padahal kita kan bermalam cuma semalam gak sampai berhari-hari, heran!!. jadi dengan berat hati kami harus menghilangkan beberapa nama di atas, dan Fix nya yg bisa ikut ya
aku, febri, titok, ali dan klif.
Setelah fix dengan yang ikut, kami mulai mengumpulkan perlengkapan yang ingin kami bawa, banyak sekali masukan2 yang kami ajukan satu sama lain, mulai dari nyewa tenda, beli jagung (buat bakar-bakaran), bawa kompor, dll. tapi ya ujung-ujungnya tidak sesuai yg diharapkan, ada sebagian perlengkapan yang tidak bisa diwujudkan, (dari awal juga aku udah gak yakin, secara uang kami juga pas-pasan), jadi yang bisa di bawa cuma ini :
- Kompor gas kecil ( itupun pinjem sama teman kosnya ali, titok )
- Aqua galon dengan sisa air yang tinggal setengah ( punya ali )
- Karpet ( punya titok )
- Gitar ( punya Joko teman kampus kami )
- Gelas 6 buah ( gak tau punya siapa, kami nemu di kos ali )
- Kamera SLR ( punya jabrik )
- kuali ( gak tau punya siapa, kami nemu juga di kos ali )
semua perlengkapan sudah siap, walaupun semuanya minjem sih, tapi kan yang penting ada hehehe. kami berangkat hari jumat, tanggal
8 juni 2012 habis sholat jumat, jam berapanya aku lupa, yang pasti kami jadi berangkat. Kami berangkat dengan mobil avanza silver yang kami sewa di rentalan, itupun dengan harus mengorbankan sebagian uang jajan kami, padahal kami tau keadaan uang kami juga lagi menipis, tapi demi terwujudnya semua rencana ini, kami rela berkorban, yang penting happy.
 |
| sebelum kami berangkat |
(yang nyupir febri, karena cuma dia yang bisa bawa mobil diantara kami)
Setelah di tempuh perjalanan sekitar 3 jam ( agak lama, karena kami mampir dulu di angkringan, laper! belum makan pagi ), akhirnya kami sampai di pantai sadranan, dan langsung menuju spot2 yang bagus buat foto-foto, inilah hasil foto-fotonya :
diantara foto-foto diatas cuma foto titok yang gak ada, kenapa?? itu karena titok orangnya pemalu, dia gak mau di foto, dan kalau mau pun pasti expresi nya selalu sama, yaitu expresi dengan gaya sangar, layaknya pembunuh no 1, hahhaa, gak kok emang dia orangnya jarang mau di foto.
setelah asik berfoto-foto ria (
walaupun agak sedikit kecewa, karena gak dapet sunset ) kami pun langsung nyari tempat buat bermalam karena hari juga sudah semakin gelap dan gak memungkin buat foto2 lagi. lalu, gak lama dari tempat foto2 itu kami langsung dapat tempat yang pas, karena kebetulan juga pantai masih sepi, jadi kami bebas memilih tempat.
nah, sebelum bermalam kami beli perbekalan dulu untuk bermalam seperti kopi, mie, rokok, kayu bakar, dll. ini juga mesti ada perdebatan dulu, yg didebatin sih sepele, masalah duit!, tapi untungnya gk lama, saking
asik nya berdebat, kami jadi lupa kalau kami gk bawa piring dan sendok buat makan mie, mana mie yg di beli bungkusan bukanya pop mie yg tinggal seduh, mienya juga udah kebeli, males juga mau dibalikin, (dasar kelakukan!) alhasil kami makan mie pake gelas aja, terus sendoknya pake kartu remi, soalnya kartu remi yg kami bawa cukup banyak. yah, mau gimana lagi dari pada gak makan kan. dan untungnya juga gelasnya ada 6 jadi sisanya bisa buat kopi.
Satu malam kami habiskan dengan canda tawa sambil makan mie, maen kartu, nyanyi sambil gitaran, curhat-curhatan (
so sweet banget ya hahah ). dan yang tidak terlupakan banyak kelucuan yang terjadi seperti waktu si febri gak bisa makan mie yang sendoknya pake kartu remi, jadi dia pakek sendok yang di temuin nya di tanah (
gak tau punya siapa, yang pasti itu bekas orang ) dengan santai dia berkata
"
wah, nemu sendok, pakek ini ajalah, bodo amat! " hahaa orang macam apa dia itu?? gilaaa!!.
tak kalah lucunya juga waktu si klif numpahin kopi dan kami berempat pun langsung berkata
"
TIDAAAAAKKK KOPI KITA ", terjadilah kepanikan disitu seperti tsunami mau datang, angin bertiup kencang dan kami berlari-lari kesana kemari lalu diakhiri dengan salto 10 kali (
cuma imajinasi ). tapi setelah dipikir-pikir, gpp lah mungkin dia sedang kerasukan jabrik yang tangan dan kaki nya suka nyenggol apa saja.
tidak cukup dengan mie, titok sama ali berkeliling disekitar tempat kami bermalam, berharap ada yg jual jagung atau ubi, dan akhirnya mereka menemukan warga sana yang menjual ubi, lumayan buat cemilan di malam hari. lama kami menunggu, akhirnya mereka datang "
lihat teman-teman kami bawa apa?? "kata mereka, kami menjawab "
cewek yaa ?? " "
bukaaaaan! " saut ali dan titok, "
lalu apaa? " balas kami, "
ini UBIIIII teman " kata mereka,
" waaaahhh, horeeeee " kata kami dengan gembira, seketika kami kagum dengan kegigihan mereka mencari ubi, aku pun langsung berpikir titok dan ali pas buat menggantikan pemeran jejak petualang yang baru. ( tidak hanya pandai mencari ubi, titok juga dikenal pandai menaklukan tokek dengan sekali gertak, oleh karena itu dia di juluki TITOK EWON ). oke, balik kecerita, sambil bakar kayu kami juga bakar ubi yg titok dan ali dapatkan buat di makan, ya itupun ada yg gosong karna terlalu lama di bakar. tapi gpp cuma 2 yg gosong, yg lain ya suskes.
 |
| ubi yang kami dapatkan. |
 |
| waktu kami bakar-bakar ubi. |
malam sudah semakin larut, kamipun sudah kenyang makan ubi dan mie, maen kartupun sudah bosan, kami akhirnya baring2 di pasir pantai sambil gitaran, lagu yang kami mainkan beragam, mulai dari iwan fals, padi dan lagu pantun (
idenya si febri ). setalah lama berbaring sambil gitaran, lagi-lagi kamipun bosan (
maklum lah kami orangnya emang bosenan ) jadi kami putuskan untuk tidur saja, tidurnya pun di mobil sisanya diluar, yang tidur cuma si febri sama titok, sedangkan aku, ali dan klif belum ngantuk.
 |
| ini lah waktu kami bergitar ria menghibur diri di malam hari. |
waktu semakin berlalu, titok sama febri pun semakin lelap tidurnya, dan kami pun masih belum juga tertidur, tiba-tiba datang gerombolan muda-mudi yg mau bermalam juga, mereka datang ramai, kalau diliat dari cara ngomongnya sih kayaknya orang padang semua, mereka diriin tenda pas di sebelah kami, perlengkapan mereka komplit, ada 2 tenda (
besar lagi ), ada juga jagung bakar, dan yang paling penting ada cewek2 nya, bikin iri aja.
kami hanya terperangah melihat canda tawa mereka (
sebenarnya kami tidak kalah, cuma mereka menang karna ada ceweknya aja ). namun tidak hanya canda tawa mereka yg bikin iri, jagung bakarnya pun bikin ngiler, itu gara-gara semua makanan kami habis, yang tersisa cuma rokok aja. jadi yah dengan kuat kami tahan cobaan ini, walaupun dalam hati kami berharap cewek-cewek itu mau menemani kami ketimbang mereka2, padahal kalau dilihat-lihat gantengan kami juga hahhaha.
malam semakin menjadi dan udara mulai terasa dingin (
maklum kayu bakar kami sudah habis ), titok dan febri pun semakin nyenyak tidurnya membiarkan kami menderita melihat gerombolan muda-mudi di sebelah memamerkan kegembiraan mereka. tapi ya sudahlah biarkan saja mereka berpesta. setelah lama mecoba tidur kami bertiga pun mulai ngantuk, dan akhirnya tertidur.
pagi pun datang, kami bangun, namun kami ngerasa kayaknya ada satu yg kelewat, ya,
lagi-lagi kami gak dapet sunrise buat foto-foto, nasib nasib!. tapi ya sudah lah biarkan saja, mau gimana lagi.
ada satu lagi kelucuan yg kami alami, kali ini datangnya dari febri, dia nemuin kopi yang awalnya kami pikir sudah habis dan ternyata masih sisa 1 bungkus, dengan ceria sambil gitaran dia manasin air, begitu air sudah masak, terus dituangin ke gelas yg sudah berisi bubuk kopi, " traaakkkk! " kami kaget, ternyata gelasnya retak, febri pun bingung kelabakan, seperti sudah kehilangan tujuan hidup, lalu kami berkata
" JIIAAAHHHH, terang aja retak, orang gelasnya terbuat dari beling, dari dingin ke panas mana bisa kayak gitu, GOBLOKKK! ", hah, kesialan dari semalam sampe pagi ini belum hilang2 juga, untung kami orang nya stay cool aja. dengan kecewa kami duduk-duduk + merokok sambil ngumpulin nyawa sembari menunggu matahari terbit. setelah beberapa batang rokok habis. kami lanjut dengan main-main di sekitar pantai.
sebelum pulang, kami nyempetin diri dulu buat berenang, sayang kan ke pantai tapi gak berenang, dengan perlengkapan yang seadanya kami langsung menuju ke air, berenang lah kami disitu. berikut foto-fotonya.
setelah sekian lama asik berenang, kami pun memutuskan untuk pulang, berat rasanya meninggalkan tempat ini walaupun ada kesialan yang melanda, tapi kami tetap terima. susah, sedih, senang kita lalui bersama dan banyak juga kenangan yang tercipta di saat kami bermalam, itupun dengan perlengkapan yg seadanya, tapi kami puas!! kami sadar, gak ada salahnya sekali-kali bermalam kayak gini. lagipula waktu kita untuk bersama sudah gak lama lagi, karena kita nanti mau wisuda dan cari kerja mungkin di tempat yg berbeda-beda.
pokoknya senyum dan tawa kita akan selalu teringat guys,
kalau kata Project Pop " jika tua nanti kita telah hidup masing-masing, ingatlah hari ini "
demikianlah cerita tentang kisah bermalam kami di sadranan, padahal cuma satu malam tapi ceritanya panjang hehehe, ya paling tidak kalian bisa ngambil kesimpulan lah dari ceritaku ini.
kata-kata terakhir untuk mengakhiri postingan ini :
" mencari teman itu gampang, tapi mencari sahabat yang baik itu tidaklah gampang, butuh proses agar kita benar-benar bisa saling mengerti, dan ingatlah, sahabat akan selalu ada buat kita dimanapun kita berada, sayangilah sahabat mu, selayaknya saudaramu sendiri "
* SEKIAN DAN TERIMA KASIH
* LONG LIVE GEOMATICS 08 \m/